5 Tips Parenting Mengatasi Anak yang Sering Berbohong

Punya anak yang ketahuan sering berbohong jelas membuat setiap orang tua merasa sedih. Perilaku ini juga akan berpengaruh pada karakternya di masa mendatang. Oleh karena itu, tips parenting untuk mengatasi anak yang sering berbohong sangatlah penting untuk para orang tua ketahui. Apa saja itu? Berikut 5 di antaranya.

  1. Selidiki Penyebabnya

Apa jenis kebohongan yang dilakukan sang anak? Jika kebohongannya ‘hanya’ karena si kecil masih berusia balita atau awal masuk SD dan bercerita tentang hal-hal berbau fantasi, hal ini masih bisa dimaklumi. Anda masih bisa meluruskannya secara perlahan-lahan bahwa apa yang diceritakannya itu tidak sesuai dengan realitas atau tidak ada di dunia nyata.

Bagaimana jika anak berbohong dengan mengatakan akan pergi kerja kelompok tapi malah bermain bersama teman-teman? Kasus lainnya adalah meminta uang untuk membayar buku tapi malah digunakan untuk jajan. Permasalahan ini lebih perlu diatasi daripada kebohongan fantasi. Setelah tahu penyebabnya, Anda pun bisa mengambil cara penanganan yang tepat.

  1. Hindari Perilaku Emosional

Seserius apapan kebohongan yang dilakukan anak, sebaiknya Anda tetap bisa bersikap bijak. Hindari menyebutnya pembohong, memarahi di tempat umum, meneriaki, apalagi sampai memukulnya karena anak bisa semakin membangkang dan memberontak.

Semakin Anda berpikir jernih, maka makin mudah menemukan cara penyelesaian yang tepat. Anak bisa dididik dengan mudah karena biasanya hanya dengan kasih sayang, didikan orang tua bisa diterima oleh anak-anak.

  1. Beri Reward dan Punishment

Tips yang satu ini masih ada kaitannya dengan tips ke-2. Beri reward saat anak melakukan kebaikan atau bersikap sopan. Sebaliknya, beri punishment saat anak berperilaku kurang baik, contohnya berbohong.

Jenis reward ini tidak perlu mewah. Cukup beri makanan kesukaannya, pujian, atau sekadar ucapan terima kasih. Sedangkan untuk punishment, Anda bisa menunjukkan ekspresi kecewa, membatalkan acara liburan, atau hukuman lainnya yang tetap mendidik dan menyesuaikan dengan kondisi.

  1. Beri Didikan Agama yang Baik

Memasukkan anak ke pesantren atau semacamnya sering dijadikan pilihan orang tua saat menginginkan keturunannya menjadi anak yang solih dan solihah. Hal ini dikarenakan didikan agama memegang peranan cukup penting terhadap perubahan perilaku atau karakteristik seseorang, termasuk anak Anda.

  1. Jadikan Diri Sendiri sebagai Contoh

Anda tentu sudah tidak asing dengan pepatah ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’. Begitupula dengan anak yang sering berbohong. Jika anak berbohong, salah satu faktornya bisa karena orang tua. Bisa jadi mereka meniru orang tuanya yang sering berbohong juga. Jadi, sebaiknya Anda juga berusaha untuk tidak pernah berbohong.

Anak-anak tidak ubahnya kertas putih yang masih polos. Bisa jadi mereka belum paham jika apa yang dikatakan atau dilakukannya adalah kebohongan. Pererat ikatan emosional Anda dengan anak tanpa menghilangkan sikap santun mereka. Oleh karena itu, kelima tips parenting tersebut perlu Anda aplikasikan mulai sekarang. Selamat mencoba!